17 Manfaat dan Pahala Memelihara Kucing Menurut Islam,Dari Melatih Empati Hingga Timbangan Kebaikan Saat Kiamat - Dalam Islam, Allah mengajarkan kepada seluruh umatnya untuk saling menyayangi antar makhluk hidup, termasuk hewan. Salah satu hewan yang istimewa dan disayangi oleh Nabi Muhammad adalah kucing. Nabi dulu memiliki kucing peliharaan bernama Mueeza.
Dalam buku Fiqhun-nisa Thaharah-shalat oleh Adil Sa’di dan Abdurrahim dijelaskan bahwa kucing adalah hewan yang jauh dari najis. Kucing juga termasuk hewan yang jinak dan selalu dekat dengan manusia.
Hukum memelihara kucing dalam Islam diperbolehkan. Nabi Muhammad justru berpesan agar menyayangi kucing layaknya anggota keluarga sendiri.
Di sisi lain, memelihara kucing memiliki banyak manfaat bagi manusia. Berikut manfaat memelihara kucing dalam Islam yang menarik untuk diketahui.
Manfaat memelihara kucing menurut Islam
Dikutip dari buku Alhamdulillah for the Little Things oleh Nurfitriana Majid, memelihara kucing dalam Islam bukanlah perbuatan yang tidak ada artinya. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa salah satu manfaat memelihara kucing dapat menjadi ladang pahala.
“Pada setiap yang mempunyai hati yang basah (hewan) itu terdapat pahala dalam berbuat baik kepada-Nya.” (HR. Bukhari). Adapun manfaat lain memelihara kucing menurut Islam:
1. Rahmat dari Allah
Orang yang menyayangi hewan peliharaan, sekalipun hewan tersebut adalah hewan yang akan disembelih, maka akan mendapatkan rahmat dari Allah SWT di hari kiamat. Tertuang dalam sebuah hadits, yang artinya:
“Siapapun yang menyayangi hewan peliharaan meskipun hewan itu akan disembelih, maka Allah SWT akan merahmatinya pada hari kiamat.” (HR. Bukhari)
2. Obat Terapi Mental
Orang yang memelihara kucing seringkali mengajak peliharaannya mengobrol dan bermain. Hal ini dapat menjadi obat terapi untuk mental yang sedang tidak stabil.
Kucing juga bisa menjadi penghilang stres. Dalam sebuah penelitian, para pemilik kucing memiliki denyut jantung istirahat yang rendah dan tekanan darah yang lebih rendah, dibanding mereka yang tidak memiliki hewan peliharaan.
3. Menumbuhkan Rasa Empati
Memiliki hewan peliharaan seperti kucing dapat menumbuhkan rasa empati yang tinggi. Ketika memiliki hewan peliharaan, seseorang akan mencoba untuk mengerti apa yang dirasakan hewan tersebut. Maka, ketika seseorang telah berempati terhadap hewan, tentu akan memiliki rasa empati kepada sesama.
4. Belajar Bersedekah
Sedekah tidak hanya dapat dilakukan kepada sesama, namun juga hewan. Sebab, ketika memelihara hewan, seseorang akan memberinya makan, minum, serta merawatnya dengan penuh kasih sayang.
Disebutkan dalam sebuah hadits yang artinya, "Pada setiap sedekah terhadap makhluk yang memiliki hati yang hidup maka akan mendapatkan pahala kebaikan. Seorang muslim yang menanam tumbuh-tumbuhan kemudian dimakan oleh manusia, burung-burung, atau binatang maka baginya sebagai sedekah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
5. Diampuni Dosanya
Terdapat sebuah hadits yang artinya, “Seorang wanita pelacur melihat seekor anjing di atas sumur dan hampir mati karena kehausan. Lalu wanita itu melepas sepatunya, diikatnya dengan kerudungnya dan mengambil air dari sumur (lalu diminumkan ke anjing itu). Dengan perbuatannya itu maka dosanya diampuni.” (HR. Bukhari)
Dalam hadits tersebut dijelaskan bahwa seseorang yang memelihara hewan dengan sepenuh hati, Allah SWT akan mengampuni dosanya karena telah merawat dan mencintai hewan-hewan tersebut.
6. Timbangan Kebaikan di Akhirat
Sedekah yang dilakukan terhadap hewan peliharaan akan menjadi timbangan kebaikan di akhirat kelak. Sebab seseorang yang memelihara kucing dengan sepenuh hati seperti memberi makan dan membersihkan kotorannya akan ditimbang sebagai kebaikan di hari akhir.
7. Diampuni Dosa
Sebuah hadist menerangkan, "Seorang wanita pelacur melihat seekor anjing di atas sumur dan hampir mati karena kehausan. Lalu wanita itu melepas sepatunya, diikatnya dengan kerudungnya dan diambilnya air dari sumur (lalu diminumkan ke anjing itu). Dengan perbuatannya itu dosanya diampuni". (HR. Bukhari)
8. Disayangi Penghuni Langit
Di dalam sebuah hadits yang sudah diriwayatkan oleh Musli, Rasulullah SAW bersabda, "Orang yang penyayang maka juga akan disayangi oleh Allah. Sayangilah makhluk Allah yang ada di muka bumi, maka niscaya juga akan disayangi penghuni langit.
Untuk itu dianjurkan untuk menyayangi dan mengasihi hewan peliharaan dan dilarang untuk menyakiti ataupun menyiksanya.
9. Timbangan untuk hari kiamat
Sebagaimana dijelaskan pada poin-poin sebelumnya, selain untuk sedekah, tentunya sedekah tersebut akan menjadi timbangan bagi anak mama pada hari akhir kelak.
Sebab seseorang yang memelihar kucing atau hewan lainnya dengan sepenuh hati serta meyakini akan kebaikan yang diberikan Allah SWT, maka kebaikan yang sudah diberikan kepada hewan tersebut seperti memberi makan, membersihkan kotorannya, itu semua akan ditimbang sebagai kebaikan di hari akhir.
10. Kucing bukanlah hewan najis
Meski kucing sering kali memakan sesuatu yang sifatnya najis seperti bangkai, namun Allah SWT meniadakan sifat najis pada kucing. Hal ini sebagaimana ucapan Rasulullah SWA bahwa kucing tetap bukan hewan yang najis mau dia memakan sedikit atau banyak sekalipun najis.
11. Tidak Memiliki Banyak Kuman
Seperti yang kita ketahui, hewan kucing tidak menyukai air. Apabila dilihat dari fakta, air merupakan wadah subur bertumbuhnya kuman.
Inilah yang menyebabkan seluruh permukaan tubuh kucing tidak memiliki jenis kuman karena Kucing merupakan hewan yang takut air.
Ini membuat kucing diperbolehkan dipelihara dalam islam karena tidak memiliki kuman di tubuhnya.
12. Melindungi Dari Gigitan Serangga
Di abad ke 13, sebagai sebuah manifestasi penghargaan masyarakat islam, kucing dibuat sebagai ukiran cincin Khalifah seperti patung, porselen dan bahkan sampai mata uang.
Dalam dunia sastra pun, para penyair tidak ragu untuk membuat syair pada kucing peliharaanya yang sudah sangat berjasa untuk melindungi koleksi buku mereka dari tikus dan juga sejenis serangga lainya.
13. Mempunyai Irama Serupa Dzikir Kalimah Allah
Seorang supi yang bernama ibnu bashad hidup pada abad ke 10 menceritakan jika suatu hari dia dan sahabatnya sedang duduk di atas masjid kota kairo, sambil menyantap makan malam.
Saat kucing melewatinya, ibnu bashad memberikan sepotong daging pada kucing tersebut, akan tetapi kucing tersebut kembali lagi dan bashad memberikan potongan daging keduanya.
Secara diam - diam ibnu bashad mengikuti kucing tersebut sampai sebuah rumah kumuh dan dia melihat kucing tersebut memberikan sepotong daging tersebut pada kucing lain yang buta kedua matanya.
selain itu, juga terdapat cerita seorang sufi di iraq bernama shibli yang bermimpi jika segala dosanya terampuni sesudah menyelamatkan kucing dari bahaya.
14. Kegiatan Yang Disukkai Allah SWT
Memelihara hewan peliharaan khususnya kucing dengan cara merawat dan menyayangi kucing tersebut menjadi tanggung jawab dan juga kewajiban kita sebagai majikan.
Allah sendiri juga sangat menyukai seseorang yang memiliki rasa kasih dan penyayang pada hewan seperti kucing tersebut.
15. Mendapatkan Ganjaran Surga
Seseorang yang memelihara kucing juga akan mendapatkan pahala dari Allah berupa surga sekaligus ganjaran yang baik sebab berarti kita sudah menolong hewan yang sedang menderita karena haus atau lapar tersebut.
16. Air Liur Kucing Adalah Suci
Dalam beberapa hadits, Nabi juga sudah menekankan jika air liur kucing tidaklah najis dan bahkan air bekas minum kucing bisa digunakan untuk wudhu, sebab kucing dianggap sebagai hewan yang suci. "Kucing itu tidak najis. Dia binatang yang suka berkeliling dirumah (binatang rumahan)," (HR. At-Tirmidzi, An-Nasa'i, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).
17. Perhiasan Rumah Tangga
Disaat pergi ke Bathhan daerah di Madinah berkata, "Ya Anas, tuangkan air wudhu untukku kedalam bejana."
Lalu, Anas menunakan air, ketika sudah selesai, Nabi menuju bejana. Namun, seekor kucing datang dan menjilati bejana. melihat itu, Nabi berhenti sampai kucing tersebut berhenti minum lalu berwudhu.
Nah, itu dia 17 keutaman dan pahala merawat kucing dengan sepenuh hati. Jika anak anda berkata ingin memelihara kucing, maka biarkan, ini bisa menjadi amalan serta pembelajaran baginya sejak dini.

