13 Mitos Seputar Kucing yang Harus Diketahui Banyak Orang

13 Mitos Seputar Kucing yang Harus Diketahui Banyak Orang - Kucing adalah salah satu hewan peliharaan favorit banyak orang. Jenis kucing persia, kucing anggora, kucing sphynx, bahkan kucing domestik atau yang lebih dikenal sebagai kucing kampung kerap kali menjadi pilihan hewan peliharaan favorit para pecinta kucing. Sayangnya, ditengah populernya kucing sebagai hewan peliharaan, masih banyak mitos seputar kucing yang beredar dan tidak dapat dipastikan kebenarannya.



mitos kucing



Jadi, jika kamu ingin memelihara kucing, cari tahu dulu kebenaran dibalik beberapa mitos seputar kucing, 



13  Mitos Seputar Kucing yang Harus Diketahui Banyak Orang



1. Ibu hamil tidak boleh memelihara kucing



Mitos ini adalah salah satu mitos seputar kucing yang banyak dipercaya oleh masyarakat hingga saat ini. Mitos ini muncul karena kucing bisa terinfeksi oleh parasit toxoplasmosis. Parasit ini biasanya ada di kotoran kucing dan dapat menyebabkan keguguran jika ibu hamil bersentuhan dengan kotoran kucing yang mengandung parasit tersebut. Antisipasi yang dapat dilakukan adalah ibu hamil sebaiknya menghindari kegiatan membersihkan kandang kucing jika mereka memlihara kucing. Tetapi, hal terbaik yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal ini adalah dengan melakukan konsultasi pada dokter kandungan dan dokter hewan.


2. Kucing menyukai susu



Mitos ini muncul berdasarkan ilustrasi dan gambaran yang disajikan oleh media di berbagai platform untuk anak-anak, seperti buku cerita, kartun, dan film. Sehingga, akhirnya tumbuh kepercayaan bahwa kucing menyukai susu. Faktanya adalah kucing sebenarnya memiliki intoleransi laktosa saat mereka mulai tumbuh dewasa. Anak kucing tetap memiliki enzim laktase untuk membantu proses pencernaan laktosa yang didapatkan dari susu induknya. Tetapi saat mereka mulai tumbuh menjadi kucing dewasa, enzim tersebut mulai menghilang. Sehingga, mereka tidak mampu memproses kandungan laktosa yang ada pada susu. Jika tetap ingin memberikan susu pada kucing peliharaan, maka sebaiknya gunakan susu khusus untuk kucing.



3. Kucing adalah hewan nokturnal



Mitos ini tidak dapat dibuktikan kebenarannya karena secara umum kucing menghabiskan waktu 23 jam setiap harinya untuk tidur. Kucing biasanya bangun untuk mencari makan kemudian kembali tidur hingga mereka kembali merasa lapar. Selain itu, kucing sebenarnya adalah hewan yang aktif saat pagi dan sore hari. Waktu tersebut digunakan untuk mencari makan. Perilaku ini sama dengan perilaku singa yang aktif berburu mangsa saat petang dan dini hari. Oleh karena itu, kucing bukanlah hewan nokturnal.


4. Kucing membenci air


Mitos ini tidak sepenuhnya benar karena tidak semua kucing membenci air. Tetapi, sebagian besar kucing memang memiliki kecenderungan membenci air. Akan sangat jarang melihat kucing tenang saat mereka tersiram air. Sebisa mungkin mereka akan menghindari air. Jadi, mitos ini tidak sepenuhnya benar dan salah.


5. Kucing melihat pemilknya sebagai induknya


Daripada induk, akan lebih tepat jika kucing melihat pemiliknya sebagai sumber mereka mendapatkan makanan, kenyamanan, serta tempat tinggal. Hal tersebut muncul dari kebiasaan pemilik kucing yang akan merawat peliharaannya, seperti memberikan tempat tinggal yang nyaman, memberikan makanan, hingga meluangkan waktu untuk bermain. Terlepas dari anggapan tersebut, sebenarnya tidak ada yang salah dengan mitos ini. Jika kucing memang melihat pemilknya sebagai induknya, maka hal tersebut adalah hal yang baik karena pemilik mampu memberikan dan memenuhi kebutuhan kucing sebagai makhluk hidup dengan sangat baik.


6. Kucing selalu jatuh dengan kaki yang menyentuh tanah lebih dulu


Fakta: Kucing memiliki insting untuk jatuh dengan posisi kaki yang menyentuh tanah lebih dulu saat jatuh dari ketinggian. Akan tetapi, ini juga berisiko menyebabkan cedera jika jatuhnya dengan cara yang salah seperti kaki yang terkilir dan patah tulang.


Inilah mengapa sangat disarankan untuk memiliki pelindung di bagian jendela atau balkon bisa membantu mengurangi risiko tersebut.

 

7. Kucing yang disteril otomatis akan bertambah berat


Fakta: Kucing mengalami kenaikan berat badan karena terlalu banyak makan, kurangnya aktivitas fisik, atau keduanya. Biasanya, proses steril dilakukan saat kucing berada dalam fase metabolisme yang lambat dan kebutuhan akan makanan berkurang.


8. Kucing Tidak Bisa Dilatih


Meskipun sepertinya kucing mampu melakukan banyak hal dan menciptakan ikatan batin dengan pemiliknya, hewan ini sering kali dibandingkan dengan anjing. Kucing dinilai tidak bisa dilatih seperti seekor anjing.


Namun dilansir dari laman Insider, seorang dokter menjelaskan bahwa sebetulnya kucing bisa dilatih namun dengan metode yang berbeda. Kucing butuh waktu lama untuk belajar disiplin, sebab ia sering lari dari segala hukuman.


Maka, direkomendasikan sesi pelatihan singkat dengan memancing perhatiannya Yakni, pemilik harus mencoba memberi hadiah kepada kucing. Inilah sebabnya kucing mudah terpancing saat kita mau memberi makan, terdengar bunyi plastik atau ia melihat tempat makannya.


9. Kucing Berasal dari Mulut Singa



Banyak yang bilang kucing berasal dari Mesir. Namun berdasar desas-desus folklore atau cerita turun temurun, ada yang mengungkapkan kucing berasal dari mulut singa.

Laman Owlcation menjelaskan bahwa legenda Ibrani memiliki penjelasan berbeda tentang asal usul kucing. Di bahteranya, Nabi Nuh dikepung oleh banyak tikus. Saat itulah Nuh berdoa kepada Tuhan untuk meminta bantuan.


Secara ajaib, dua kucing keluar dari mulut singa betina dan singa jantan. Kucing-kucing itu segera bekerja dan mengurangi populasi tikus. Ketika banjir surut, kucing-kucing itu diberi kehormatan untuk memimpin parade hewan-hewan yang berlayar dalam satu perahu.



10. Kucing Bisa Berburu


Mungkin tak jarang kita temui kucing yang secara tiba-tiba membawa tikus, serangga, cicak, dan hewan asing lainnya dengan mulut mungilnya. Biasanya ini kita temui pada kucing liar di jalanan yang kejar-kejaran dengan tikus.


Namun, sebetulnya tak semua kucing bisa berburu. Terlebih jika ia adalah kucing rumahan yang sangat terawat bagaikan seorang raja, bisa dipastikan kucing itu kehilangan kemampuan untuk berburu tikus.


Sebab, mereka tak melihat tujuan dari berburu, sudah tersedia makanan yang lezat dan instan dari pemilik kucing. Inilah sebabnya para warganet sering kali menyebut kucing peliharaannya sebagai majikan, sementara pemiliknya adalah pembantu yang selalu melayani dan menyediakan pangan untuk mereka.



11. Kucing Pembawa Keberuntungan


Mirya A dalam jurnalnya yang berjudul Mitos Kucing dalam Budaya Jawa menjelaskan bahwa dalam beberapa cerita, kucing dipercaya membawa keberuntungan. Dalam kebudayaan Islam, kucing merupakan hewan kesayangan Nabi Muhammad SAW.


Beberapa kepercayaan kuno mempercayai kucing sebagai perwujudan dari jiwa atau roh yang menemani manusia. Mereka dianggap mengetahui tentang segala sesuatu, tetapi mereka bisu sehingga tidak dapat mempengaruhi berbagai keputusan yang diambil manusia.


Sementara di Jepang, tak hanya kucing hitam yang dipercaya membawa keberuntungan Rupanya segala jenis kucing diyakini sebagai hewan pembawa keberuntungan. Mitos itu berhubungan dengan legenda Maneki Neko.


Maneki Neko merupakan kucing keberuntungan yang sering kali kita jumpai di toko-toko, yakni patung kucing putih yang tangannya bergerak maju mundur. Konon, siapa pun yang memiliki Maneki Neko hidupnya akan diliputi keberuntungan dan rejeki melimpah.



12. Kucing mengandalkan kakinya yang kuat ketika melompat



Kucing mungkin mendarat menggunakan kaki mereka sesering yang kita lihat, tetapi faktanya gak selalu begitu. Mereka bisa melakukannya karena ketika mereka melompat, rasa keseimbangan mereka sejajar dengan bagian depan tubuhnya, sementara tulang belakangnya beraksi dan secara refleks menyelaraskan bagian belakang untuk pendaratan yang aman dan sempurna.


Meskipun itu refleks, mereka masih butuh waktu untuk melakukannya. Kamu pasti pernah melihat secara langsung atau divideo ketika kucing jatuh ketika melompat dari ketinggian rendah, nah mereka biasanya gak memiliki perhitungan. Dan bahkan jika mereka mendarat dengan kaki mereka, mereka gak selalu bebas dari insiden tanpa cedera. Jika mereka jatuh dari ketinggian yang lumayan dan kaki mereka gak bisa menumpunya, maka bisa mengakibatkan hal yang mengerikan seperti patah tulang, trauma internal, dan bahkan kerusakan otak. Sekarang kita tahu bahwa kucing pun gak sempurna yang kita bayangkan.



13. Kucing banyak tidur karena malas


Jika kamu berangkat kerja di pagi hari dan melihat kucingmu tertidur di tempat yang sama ketika kamu pulang, mungkin kamu akan menganggap kalau kucing itu pemalas. Tapi nyatanya engga, lho.


Pola tidur kucing memang lebih rumit daripada yang kita pikirkan dan memang benar, mereka tidur selama 16 jam sehari, Cat Behavior Associates menjelaskan bahwa kucing biasanya gak benar-benar tidur pulas. Sebagian besar waktu tidur kucing dihabiskan dengan indranya yang masih tetap waspada dan mendengarkan mangsa, predator, atau berbagai macam suara yang mengganggu. Jika kamu memperhatikan, kamu pasti pernah melihat kucing yang seolah-olah tertidur namun matanya selalu terbuka dan telinganya bergerak ketika mendengar sesuatu. Kucing akan segera bergerak atau bertindak ketika ada sesuatu yang menarik perhatiannya, meskipun dia terlihat memejamkan matanya. 


Dikutip dari VetStreet, ada alasan biologis mengapa kucing membutuhkan banyak waktu senggang, yakni diet. Kucing adalah pemakan daging, dan istirahat dalam waktu lama membantu sistem pencernaan mereka mencerna semua protein itu.

LihatTutupKomentar